Kemerdekaan berpendapat, berekspresi, dan pers adalah hak asasi manusia yang dilindungi Pancasila, UUD'45. Dirgahayu RI ke-72
Senin, 29 Januari 2018 - 22:06:19 WIB
Bisakah Spurs Mematikan Alexis di United?
Diposting oleh : Arif Syarifudin
Kategori: Olahraga - Dibaca: 120 kali

forumjurnalis.org - Setelah menunjukkan performa yang gemilang seperti kala ia masih menjadi pemain Arsenal, Alexis Sanchez mengawali debutnya di Manchester United kontra Yeovil Town pada Sabtu (27/1/2018) dini hari silam. Tak berlebihan pula bila saat ini disebut masa bulan madu Alexis dengan Manchester United.

Squawka menyebut, pemain asal Cile itu membuat 97 sentuhan, 53 operan, 2 tembakan, 6 umpan kunci (umpan yang jadi peluang), dan 1 assist. Saat timnya diserang, Alexis menciptakan 2 tekel. Penampilan ini menjadikannya sebagai Man of the Match di laga tersebut.

Namun, bulan madu tersebut bisa saja cepat berakhir. Mereka akan berhadapan dengan Tottenham Hotspur, Kamis (1/2/2018) dini hari WIB, di Wembley Stadium.

Spurs boleh saja kesulitan dalam lima laga terakhir. Mereka hanya berhasil menang dua kali dan telah bermain imbang tiga kali. Akan tetapi, Spurs tentu saja punya level jauh di atas Yeovil, dan mereka akan memanfaatkan laga kontra United sebagai titik balik agar mereka dapat meraih hasil positif kembali.

Namun, hal tersebut tentu tidak diinginkan oleh Alexis (terlebih Jose Mourinho) tentunya.

Musim lalu, Alexis —saat sebagai pemain Arsenal, tentu saja— telah bertemu Spurs dua kali. Musim ini, satu kali. Dalam pertemuan terakhirnya, November 2017, hasil manis berhasil dipetik oleh Arsenal. The Gunners menang 2-0 di Emirates Stadium.

Adapun, kemenangan itu tak lepas dari kontribusi Alexis. Ia bermain sebagai penyerang sayap sebelah kiri dalam formasi 3-4-3. Pada laga tersebut, pergerakan Alexis tak terprediksi. Staminanya seakan tak habis-habis untuk membuatnya berada di mana saja. Di akhir laga, ia diberi penghargaan Man of The Match.

Alexis juga bisa melakukan cut inside (tusukan dari sisi sayap ke dalam kotak penalti) sebelum akhirnya melesakkan tembakan. Ia juga bisa berada ke sektor kanan dengan tujuan untuk membuka ruang bagi rekan-rekannya yang lain. Tentu saja, dribel yang mumpuni takkan cukup tanpa kemampuan operan dan tembakan yang mumpuni pula.

Di laga tersebut, ia sukses melepaskan enam tembakan. Dua tembakan di antaranya berpotensi besar menjadi gol, sementara satu tembakan lainnya berbuah gol sebelum babak pertama usai.

Sementara dalam urusan mengoper, ada 25 operan cepat yang berhasil dilesakkan oleh eks pemain Barcelona itu. Selain itu, ia menciptakan tiga umpan kunci yang membuat lini belakang Spurs ketar-ketir.

Sebenarnya, Spurs tahu bahwa mereka bisa mematikan Alexis. Bahkan, mereka pernah melakukannya pada April 2017. Kala itu, Spurs menang 2-0.

Saat itu, Spurs bermain dengan formasi 3-4-3 dengan Ben Davies bermain sebagai wing-back kiri dan Jan Vertonghen di bek kiri. Adapun, kedua pemain ini merupakan dua pemain yang paling getol dalam menjaga Alexis.

Mereka berdua memaksa Alexis, yang waktu itu bermain di sayap kanan, bermain melebar. Dengan begitu, Alexis kesulitan untuk melakukan cut inside sehingga tak bisa menebar ancaman berarti bagi Spurs. Mereka juga memaksa Alexis memberikan umpan atau tembakan yang dapat dengan mudah diantisipasi.

Lalu, saat menyerang, Spurs tidak melakukannya dari sektor kanan. Mereka selalu menyerang dari sisi kiri atau sisi tengah. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kans Alexis untuk mendapatkan bola.

Hasilnya bisa dilihat dari catatan statistik. Pada laga itu, Alexis hanya berhasil mencetak empat tembakan –satu meleset, satu tepat sasaran, dan dua berhasil diblok. Lalu, empat aksi dribel, tiga tekel, 22 operan akurat, dan kehilangan bola sebanyak empat kali.

Satu hal yang pasti, untuk mematikan Alexis, akan memakan terlampau banyak tenaga dan membutuhkan konsentrasi selama 90 menit bagi tim besutan Mauricio Pochettino tersebut.

Apakah mereka bisa melakukannya?

 

 




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)